Dari Hobi Menjadi Pundi-Pundi, Nicho Alfarid

Sketsa Wajah Hasil Karya Nicho

Desa Tluwuk selain memiliki potensi dari beberapa usaha penduduk, juga memiliki pemuda yang aktif berkarya dan dapat menginspirasi msyarakat. Salah satunya adalah Nicho alfarid. Ia adalah seorang pemuda asli Desa Tluwuk, yang bertempat tinggal di RT 07 RW 02. Saat ini, ia tengah duduk dibangku perkuliahan tepatnya di program studi Pendidikan Biologi IAIN Kudus. Selain menjadi mahasiswa ia memiliki banyak hobi dan karya yang luar biasa. Hobi yang pertama adalah menggambar.

Bakat menggambar ini, menurun dari kakeknya. Kakeknya seorang pelukis yang biasa menggambar “geber” ketoprak. Jenis karya seni rupa yang ia tekuni adalah menggambar sketsa wajah, maupun objek tertentu. Dengan bermodal pensil dan bolpoin, ia dapat menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. Ia juga menerima pesanan lukisan dari orang-orang. Tarif yang dipatok untuk sebuah sketsa wajah berkisar 80 hingga 200 ribu rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Jika berminat, anda dapat menghubungi no wa (Nicho) : 0895320538688, IG : @nichoaelfarid

Selain menggambar, ia juga senang membuat ukiran dari sandal dan bercocok tanam, serta membuat bonsai. Tanaman ini berasal dari alam, hutan dan dari daerah tepi laut atau pesisir. Ia memproses tanaman tersebut sehingga menjadi bonsai dengan sabar dan teliti, setelah jadi ia menjual tanaman tersebut kepada peminat atau orang yang suka mengkoleksi tanaman bonsai. Selain itu, ia juga menjualnya melalui media social.

Nicho selain memiliki banyak hoby, ia juga aktif mengikuti beberapa organisasi pemuda yaitu IPNU, Karang Taruna, ANSOR, dan organisasi di perguruan tinggi yaitu HMPS Tadris Biologi IAIN Kudus.

Pesan yang ia sampaikan untuk pembaca khususnya para pemuda adalah “Jika memiliki keinginan jangan pernah takut mencoba, ketika kita mencoba kita ada dua kemungkinan, yang pertama berhasil yang kedua gagal. Tetapi ketika kita tidak mau mencoba, hanya satu kemungkinan yaitu gagal”, kata Nicho saat kami wawancara.

Tim KKN Foto Bersama Nicho Alfarid

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan